Minggu, 05 Mei 2013

berbagai cara pegangan raket ( grip)


1.pegangan campuran ini didalam bermain pisisi raket tidak tetap, disesuaikan dengan posisi bola terhadap  badan. jika bola disebelah kiri , ibu jari digeser ke bidang(a) dan pegangan berubah menjadi back hand grip. setelah memkul kembali lagi pada posisi dasar.
 Pegangan campuran ( Combination grip )

2.ibu jari menghadap bidang (a) penuh, posisi ini menghasilkan tenaga dan ayunan kuat terhadap pukulan back hand dan serobotan kiri depan net. sulit mengembalikan bola yang datang tiba - tiba di sebelah kanan antara pinggang dan bahu.

3. pegangan ini hampir sama sama dengan pegangan kombinasi , tetapi disini raket dipegang statis atau tidak berubah . kualitas pukulan baik dan mantap, akurasi pukulan tinggi terutama bola disebelah kanan.

4. pengangan ini dikenal di Eropa dan amerika (dahulu). sikap raket berhadapan lurus dengan net, sehingga pukulan dapat dilakukan keras dan arahnya sukar diduga.



cara pegangan raket

pertama - tama yang perlu di perhatikan pemain yang baru mulai bermain bulutangkis adalah cara memegang raket. kesalahan didalam cara memegang raket ini sangat sulit untuk diperbaiki. disamping itu cara memegang raket akan membentuk tupe permainan seseorang. yang umum dikenal orang cara pegangan raket dibagi menjadi beberapa macam saja yakni :
1. pegangan geblek kasur ( american grip)
2. fore gand grip
3. back hand grip
4. combination grip

karakteristik jalannya bola

misalnya bola merk A jika dismash jalannya bola lurus dan cepat, tetapi merk lain yang jika dismash, jalannya bola agak lengkung dan seperti ada udara yang menahannya. Ada bola yang pelintir di atas net dan ada pula yang tidak bisa.

fungsi pergelangan tangan

pergelangan tangan merupakan pusat dari segalanya didalam melakukan suatu pukulan,baik arah pukulan , daya pukulan gerakan tipuan maupun didalam merahasiakan gerakan awalan yang disertai dengan posisi badan yang tepat.

posisi badan terhadap bola

menjadi hukum dasar dalam permainan bulutangkis bahwa posisi badan harus berada di belakang bola , dan bola di pukul pada titik kulminasi setinggi mungkin dengan menempatkan posisi badan dengan akurat. memukul bolanya,bola berada tepat di atas depan kepala kita.

pengetahuan tentang memilih raket dan snaar yang baik

pengetahuan tentang memilih raket dan snaar yang baik ternyata menghasilkan pukulan yang lebih keras dan mantap,demilkian pula bola yang kualitasnya lebih baik lebih mudah dapat dikontrol dan diarahkan menurut kemauan si pemukul. itu di pukul dengan asal-asalan atau dengan akurat akan menghasilkan pukulan yang lebih baik dari pada dengan raket yang biasa-biasa saja.

unsur fisik dalam badminton

prinsip latihan dengan beban...
salah satu faktor utama yang menghasilkan peningkatan prestasi adalah cara berlatih fisik lebih disempurnakan. kekuatan dapat dipertinggi dengan mengangkat beban yang terdiri dari bahan - bahan apa saja. hasil terakhir adalah penambahan kekuatan yang pengaruhnya besar terhadap prestasi olahraga bila hal ini di kerjakan terarah dan sesuai kebutuhan cabang olahraga yang bersangkutan.
keumtungan penggunaan barbell adalah karena beban yang diangkat oleh atlit dapat ditambah dalam jumlah kecil sebanding dengan penambahan kekuatan. hanya jika beban yang diangkat dalam latihan secara sistematis ditambah, maka akan tercapai potensi kekuatan maksimal didalam waktu singkat.
prinsip latihan beban yang diggunakan pada angkat besi untuk menambah kekuatan, juga dilakukan pada olahraga bulutangkis dimana perbaikan kondisi diinginkan. latihan iterval yang dilakukan merupakan suatu bentuk latihan beban. variasi pada jarak lari atau angkatan beban dengan waktu istirahat di antara kegiatan terseut adalah merupakan alat untuk beban tubuh.
pelatih harus mengetahui bahwa pemain tidak memiliki kondisi yang baik untuk bekerja berat pada hari-hari pertamaberlatih. untuk mendapatkan kondisi fisik yang baik maka harus melauliu proses conditioning yang bertingkat, dimana penekanan beban fisik bertambah dalam intensitas jika kondisi fisik bertambah baik. penambahan bertingkat ini menghasilkan konsekuensi fisiologis yang memperbaiki prestasi.
jika tekanan dilakukan terhadap tubuh dalam bentuk beban yang berat yang harus diangkat, maka penyesuaian terhadap tekanan menghasilkan penambahan kekuatan.